Bagan Batu — Seorang pria berinisial BPN (37) warga Lintas Riau-Sumut Km 17 Dusun Kencana Kepenghuluan Pasir Putih Kecamatan Balai Jaya, Kabupaten Rokan Hilir ditemukan tidak bernyawa dengan tubuh tergantung di kamar rumahnya, Kamis (1/12/22).
Penemuan mayat gantung diri itu pertama kali diketahui oleh anaknya AP (12).
Ia menemukan ayahnya tergantung di dalam kamar dengan seutas tali pinggang sekira pukul 17.30 wib usai pulang sekolah.
Kapolres Rokan Hilir AKBP Andrian pramudianto SH SIk MSI yang dikonfirmasi Jumat (2/12/2022) melalui Kasi Humas Rokan Hilir AKP Juliandi SH membenarkan kejadian tersebut.
“Benar, kasus tersebut sudah ditangani oleh Tim Opsnal Polsek Bagan Sinembah bersama Puskesmas Bagan Batu,” terang AKP Juliandi SH.
Juliandi menerangkan kronologi penemuan mayat tersebut bermula Kamis (1/12/2022) sekira pukul 17.30 Wib pada saat anak korban AP (12) pulang dari sekolah, masuk ke dalam rumah, dan pada saat menuju ke dalam kamar tidur, saksi terkejut melihat ayahnya telah tergantung dengan sebuah tali pingang yang melilit di lehernya.
Setelah saksi melihat kejadian tersebut kemudian saksi memanggil kakaknya CAR (15) dan juga kakeknya Badarun(70) yang berada di sebelah rumahnya dan berkata kepada kakeknya “Kek, Kek ayah gantung diri dio dalam kamar”.
Kemudian Badarun terkejut dan melihat ke dalam rumah mengecek ke dalam kamar dan benar setelah dilihat ke dalam kamar di dapati korban telah tergantung.
Kemudian Badarun kembali keluar untuk meminta bantuan yang mana dilihat dua orang menantunya Rudi (47)dan Sapri (45) untuk menelepon RT setempat dan kemudian Rudi dan Sapri melihat ke dalam rumah untuk mengecek kebenaran cerita mertuanya tersebut dan benar korban telah tergantung di atas kamar tidur.
Lanjut AKP Juliandi, selanjutnya sekira pukul 18.30 Wib Panit I Reskrim Polsek Bagan Sinembah, Panit II Reskrim Polsek Bagan Sinembah, bersama piket Reskrim, Intel dan Bhabinkamtibmas menuju ke TKP untuk melakukan olah TKP.
Kemudian pukul 19.30 Wib pihak Puskesmas Balai Jaya datang ke rumah duka untuk melakukan Ver (Visum Et Revertum), pada saat dilakukan Ver (Visum Et Revertum) tidak ada ditemukan tanda-tanda kekerasan dan pihak Puskesmas menyatakan bahwa korban meninggal murni akibat dari gantung diri.
Setelah mendengar penjelasan pihak Puskesmas, pihak keluarga menolak korban untuk dibawa ke Puskesmas dan telah ikhlas dan menerima kematian korban.
Sementara itu motif korban bunuh diri tersebut belum diketahui.
“Menurut pernyataan keluarga bahwa korban adalah sosok yang pendiam, tertutup dengan orang lain atau tetangga dan dapat dikatakan korban tidak ada terlibat masalah serta terlilit utang,” pungkas AKP Juliandi SH.






