Jakarta -Program Organisasi Penggerak (POP) Kemendikbudristek sempat menuai polemik pada awal pelaksanaannya. Setelah berjalan dan diintervensi selama dua tahun, program yang menggandeng organisasi di bidang pendidikan itu menghasilkan sejumlah praktik baik (best practice).
Sekjen Perkumpulan Teacherpreneur Indonesia Cerdas (PTIC) Dodi Iswanto menuturkan, Kemendikbudristek sudah melakukan evaluasi lanjutan untuk POP.
”Saya menerima laporan dari lapangan, evaluasi dilakukan dengan melibatkan pakar pendidikan dari organisasi kemasyarakatan dan lembaga negara,” kata Dodi, Kamis (8/12/22).
Dodi menuturkan, dengan evaluasi tersebut, Kemendikbudristek berupaya mengukur dampak keberhasilan Program Organisasi Penggerak dan akan dilaksanakan tim Independen. Di antara organisasi masyarakat peserta POP ada yang memiliki capaian luar biasa.
”Bahkan dirayakan dalam bentuk kegiatan seremonial dengan mendatangkan kepala daerah serta pemangku kebijakan lainnya. Pada kegiatan selebrasi itu, mereka memamerkan karya para guru dan siswa sasaran pendamping,” papar Dodi.
Dia menilai kegiatan selebrasi, pameran karya guru dan siswa hasil pendampingan organisasi POP itu sangat baik. Kondisi dan situasi organisasi peserta POP di lapangan juga sangat beragam.
Ada organisasi peserta POP berhasil menorehkan capaian literasi yang bagus. Capaian program pendampingan mereka cukup sukses dan bisa mengubah kebiasaan pembelajaran di kelas. Sehingga dikategorikan sebagai best practice.
Tetapi mereka belum melakukan selebrasi, unjuk karya, atau sejenisnya. ”Tentu dengan beragam pertimbangan,” ucap Dodi.
Dia mengatakan, bagi organisasi peserta POP yang sukses, tapi belum mampu menggelar seremoni besar, tidak perlu dipersoalkan. Bahkan jika diperlukan, Kemendikbudristek bisa memfasilitasi kegiatan seremonial.
Dodi tidak memungkiri bahwa belum semua organisasi peserta POP menunjukkan performa bagus dalam menjalankan program. Ada yang belum rapi dalam pelaporan program.
Menurut dia adanya organisasi peserta POP yang masih belum rapi dalam pelaporan keuangan atau kegiatan, adalah sebuah kewajaran.
Sebab organisasi itu belum terbiasa soal membuat laporan. Tetapi ke depan harus tetap diperbaiki bersama-sama.
”Secara umum kegiatan POP berjalan sukses,” kata Dodi.
Dia menegaskan, program masih belum berakhir. Tetap perlu dipantau pada tiga tahun pelaksanaannya pada 2023. Bagi organisasi yang belum maksimal performanya, masih ada kesempatan untuk menggenjot kinerjanya. (jpc)






