Pemko Pekanbaru Anggarkan Rp20 Miliar untuk Perbaikan Jalan Rusak

4

PEKANBARU – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, mengucurkan anggaran sebesar Rp20 miliar untuk perbaikan jalan rusak di tahun 2023 ini. Perbaikan dilakukan dengan tambal sulam jalan berlubang hingga overlay atau pelapisan ulang.

Perbaikan jalan rusak hampir menyentuh 15 kecamatan yang ada di Kota Pekanbaru. Sejumlah titik ruas jalan dalam kondisi rusak berat hingga ringan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pekanbaru Indra Pomi Nasution, Jumat (13/1) mengatakan, anggaran tahun ini naik sedikit dibandingkan di tahun 2022 yang hanya sebesar Rp12 miliar. Dari total anggaran ini termasuk untuk biaya operasional dan pemeliharaan (OP) serta gaji pasukan kuning.
“Anggaran ada kenaikan sedikit, sekitar Rp20 miliar. Ini juga termasuk untuk pasukan kuning,” katanya.
Dipaparkan Indra, perbaikan jalan rusak nantinya mayoritas dilakukan dengan cara tambal sulam. Sementara untuk overlay diperlukan biaya cukup besar. Anggaran overlay mencapai Rp1 miliar untuk satu kilometer.
Sementara kategori jalan yang bisa dilakukan overlay adalah kondisi jalan rusak dengan jumlah lubang jalan yang cukup rapat.
“Jalan dalam kondisi mantap lebih kurang di angka 74,5 persen di Pekanbaru. Ini sudah sangat tinggi dibandingkan rata-rata nasional itu hanya 60 persen saja,” terang Indra yang juga menjabat Pj Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru ini.
Indra merinci, di Kota Pekanbaru ada 1.946 ruas jalan dengan total panjang 1.277 kilometer yang menjadi kewenangan pemerintah kota. Dari jumlah itu sekitar 74,5 persen dalam kondisi baik. Sementara jalan dalam kondisi rusak berat itu di angka 25 persen lebih.
Dirinya menargetkan tahun ini bisa memperbaiki jalan rusak di 200 titik ruas jalan. Pihaknya sudah melakukan pekerjaan sejak awal bulan ini, dengan target 50 titik ruas jalan pada triwulan I tahun 2023.

Bangun 15 Titik Drainase
Dinas juga akan membangun saluran drainase di 15 titik dalam tahun 2023. Pembangunan drainase ini untuk melancarkan titik-titik yang selama ini masih tersumbat dan saluran airnya belum lancar.
“Tahun 2023 ini, kita fokus ke pembangunan 15 titik drainase yang masih tersumbat. Kemudian kita juga akan melakukan normalisasi sungai dan pembersihan saluran drainase,” ujarnya.
Ia menjelaskan, untuk pembersihan drainase, harus dilakukan secara rutin agar sampah dan endapan tidak kembali menumpuk. Kebersihan drainase memiliki fungsi sangat penting untuk mencegah adanya gengangan air, terutama di permukaan aspal.
“Ini perlu kita tahu, bahwa pembersihan drainase itu tidak bisa sekali lewat saja. Harus secara rutin dilakukan,” jelasnya.
Oleh karena itu, ia meminta agar warga juga meningkatkan kepedulian dengan tidak membuang sampah disaluran air atau membuang sampah sembarangan. Warga juga diimbau agar kembali menggerakkan kegiatan gotong royong dilingkungan masing-masing.
“Sistem gotong royong membersihkan saluran air ini harus lebih ditingkatkan. Semangatnya harus kembali ditingkatkan, ini harapan kita kepada masyarakat,” pungkasnya. (**)