Pekanbaru – Sejumlah kabupaten kota yang sebelumnya sempat menetapkan status siaga banjir kini sudah mencabut statusnya. Termasuk status siaga banjir tingkat Provinsi Riau yang juga sudah berakhir 31 Desember 2022 lalu.
Kepala Pelaksana BPBD Riau Edy Afrizal, Senin (16/1) mengatakan, mayoritas kabupaten kota di Riau sudah mencabut status siaga banjir, begitu pula status siaga banjir Pemprov Riau. Saat ini hanya tinggal Pekanbaru yang masih dalam status siaga banjir.
“Semua daerah sudah mencabut status siaga banjir pada 31 Desember 2022 lalu. Tinggal Pekanbaru yang masih menetapkan status siaga banjir sampai Januari 2023 ini,” katanya.
Edy mengatakan, memasuki awal tahun 2023 ini, pihaknya belum mendapatkan laporan terkait bencana di Riau. Artinya kondisi Riau kondusif bencana.
“Masih aman. Saat ini belum ada laporan lagi terkait banjir dari Kabupaten Kota di Riau,” ujar Edy.
Ia mengatakan, bahwa di Pekanbaru masih status siaga banjir karena pertimbangan curah hujan yang masih cukup tinggi di Kota Pekanbaru.
“Jadi untuk daerah lain, alhamdulillah sudah aman dari banjir, namun kami tetap terus memantau situasi,” sebutnya.
Sementara, Kepala Pelaksana BPBD Pekanbaru Zarman Candra, mengaku ancaman banjir masih mengintai masyarakat di pinggiran sungai. Makanya, status siaga siaga darurat bencana di Pekanbaru masih berlangsung hingga 31 Januari 2023 mendatang.
“Potensi banjir masih ada, maka kami imbau masyarakat waspada. Terutama masyarakat di pemukiman pinggiran sungai,” ujarnya.
Zarman menyebut saat ini tim BPBD Pekanbaru setiap hari memantau pemukiman masyarakat di pinggiran sungai. Lokasi adalah kawasan yang rentan terdampak banjir akibat luapan aliran sungai.
Zarman menjelaskan, penetapan status siaga darurat bencana ini seiring intensitas curah hujan yang signifikan. Kondisi ini membuat masyarakat harus lebih waspada karena potensi banjir masih bisa terjadi terutama di pemukiman.
Pihaknya bersama instansi terkait sudah membentuk tim tanggap bencana untuk menindaklanjuti secara cepat wilayah yang terdampak banjir. Ada juga satu posko disiagakan di halaman Kantor BPBD Kota Pekanbaru.
Ada sejumlah kawasan yang jadi perhatian karena rawan banjir. Lokasinya menyebar di beberapa kecamatan yakni Tenayan Raya, Kulim, Bukit Raya, dan Sail.
Sebelumnya, Pj Sekda Pekanbaru Indra Pomi Nasution mengatakan, berfokus pada rancangan Masterplan Penanganan Banjir jangka pendek dan menengah. Seperti pembersihan saluran drainase, pembangunan drainase, normalisasi sungai dan perbaikan jalan rusak.
“Pembersihan saluran drainase itu kita lakukan secara berkala dan rutin. Hampir setiap hari, pasukan kuning bekerja di beberapa titik, membersihkan sampah, rumput liar ataupun endapan lumpur di drainase,” ujarnya, Jumat (13/1).
Sementara itu, untuk pembangunan jangka panjang masih dilakukan secara perlahan. Salah satunya adalah rencana pembangunan waduk untuk menjadi muara air yang berlebih saat hujan deras turun.
Indra mengatakan, pembuatan waduk ini masih terkendala karena membutuhkan pembebasan lahan dengan proses dan biaya yang tidak kecil. Sehingga, saat ini Pemko Pekanbaru baru fokus pada pengembangan waduk di Kecamatan Tenayan Raya.
“Masterplan penanganan banjir untuk jangka panjang itu, seperti pembuatan waduk belum kita lakukan. Sebenarnya, lokasi sudah kita bagikan, tapikan perlu pembebasan lahan dan sebagainya, ini masih jadi kendala,” jelasnya.
“Jadi kita fokus membebaskan lahan di Tenayan Raya dulu. Satu itu saja dulu,” pungkasnya. (mcr/pp)






