Pekanbaru – Program Gerakan Sholat Berjamaah (GSSB) Provinsi Riau terus berjalan dan mulai merata dilingkungan Masyarakat. Termasuk tim GSSB yang juga sudah hampir merata terbentuk di setiap kabupaten kota di Riau.
Artinya, program yang sebelumnya diresmikan Gubernur Riau Syamsuar dan jadi kegiatan resmi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau tersebut, mulai menjadi panutan luar biasa bagi masyarakat. Apa lagi setiap kegiatan selalu dihadiri pimpinan Riau, seperti Wakil Gubernur Riau (Wagubri) Brigjen TNI (Purn) H Edy Natar Nasution.
Kegiatan GSSB yang tujuannya mengajak masyarakat meramaikan masjid ini, menjadi kebiasaan bagi masyarakat setelah merasakan banyak mamfaat. Seperti, selain meningkatkan ibadah juga meningkatkan hubungan silaturahmi antar sesama.
Hal itu disampaikan Mardi salah seorang warga Siak yang juga merupakan jemaah GGSB di Kabupaten Siak. Dikatakanya, jika program GSSB ini sangat bagus dan mampu memacu semangat masyarakat untuk sholat berjamah di Masjid. Khususnya sholat subuh berjemaah yang godaanya termasuk berat pada masyarakat.
“Saya termasuk baru gabung dalam program GSSB ini, tapi sangat merasakan hikmah dari program ini. Mudah-mudah program ini terus berkembang di masyarakat kita,” katanya, Senin (30/1).
Ia mengakui jika program GSSB ini besar tidak dipungkiri karena hadirnya lansung pimpinan dintengah-tengah kegiatan. Karena banyak kegiatan pemerintah pemimpinnya hadir hanya disaat peresmian. Namun, pada GSSB ini selalu dihadiri pimpinan Riau, terutama Wagubri.
“Bahkan jika ingat GSSB Ingat sama bapak Wagubri yang juga membuat masyarakat makin semangat ikut sholat berjamaah,” tuturnya.
Sementara Wagubri Edy Natar Nasution menyampaikan, Pemprov Riau telah melaksanakan kegiatan GSSB sebanyak 100 kali di beberapa kabupaten kota di Riau. Sebagaian besar kegiatan itu juga sudah merupakan permintaan masyarakat. Artinya kegiatan ini sangat baik dan diterima oleh masyarakat.
“Sampai saat ini antrian masih banyak, mudah-mudahan busa kita penuhi semua. Karena ini juga merupakan kewajiban kita yang sebelumnya membuat program inI untuk masyarakat,” ujar wagubri.
Sebelumnya, GSSB ini dideklarasikan oleh Gubernur beserta Forkopimda, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan Kementerian Agama (Kemenag) sejak tahun 2016. “Alhamdulillah masih diberi ridho oleh Allah untuk melaksanakan yang sudah sampai ke-100 kali kegiatan,” tambahnya.
Lebih jauh Kata mantan Danrem 031 Wira Bima ini, kegiatan GSSB adalah gerakan mengajak dan berdakwah menuju jalan ketakwaan. Sebagai pemimpin Wagubri merasakan wajib untuk mengajak umat muslim bertaqwa kepada Allah SWT.
“Dakwahnya ulama melalui tausiyah, dakwahnya pejabat atau tokoh pemerintahan itu melalui kehadiran, karena dengan adanya kehadiran itu akan memberikan pengaruh kepada masyarakat,” tuturnya. (**)






