Riau Daerah Berisiko Tinggi Penularan Polio

9

Wartapekan.com – KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia (RI) menetapkan Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Sumatera Barat (Sumbar) dan Riau sebagai provinsi yang berisiko tinggi terhadap penularan virus polio. Penetapan itu pasca terjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) polio Vaccine-Derived Polio Virus tipe 2 (VDPV2) di Kabupaten Pidie, Aceh Utara dan Bireuen, Provinsi Aceh.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Provinsi Riau, Zainal Arifin menjelaskan bahwa Kemenkes RI menetapkan Provinsi Riau masuk dalam daftar provinsi beresiko tinggi penularan virus polio. Sebab provinsi Riau berdekatan dengan Provinsi Aceh yang saat ini sudah menetapkan Kejadian Luar Biasa (KLB) polio Vaccine- Derived Polio Virus tipe 2 (VDPV2).

“Ada tiga kasus polio yang ditemukan di Aceh. Mereka juga sudah menetapkan status KLB polio. Jadi kita bertetanggaan dengan Aceh itu beresiko tinggi penularan virus polio,” ujar Zainal, Kamis (2/3/2023).

Guna mencegah penularan penyakit tersebut, lanjut Zainal, tiga provinsi yang bertetanggaan dengan Aceh ini akan melakukan imunisasi polio serentak.

“Kami sudah kumpulkan 238 kepala puskesmas se-Provinsi Riau bersama penanggungjawab imunisasi di masing-masing puskesmas untuk hadir di Pekanbaru,” paparnya.

Zainal mengungkapkan, pihaknya sengaja mengumpulkan seluruh kepala puskesmas dan penanggungjawab imunisasi.

sebab mereka adalah ujung tombak dalam pelaksanaan imunisasi polio di tengah masyarakat.

“Kita harus melakukan strategi dan pendekatan kepada masyarakat. Sehingga target 95 persen imunisasi polio di Riau bisa dicapai,” sebut Zainal.

Bawa Anak Imunisasi Polio

Kadiskes Riau, Zainal Arifin mengatakan, imunisasi polio secara massal di Riau akan dimulai pada 6 Maret 2023. Imunisasi massal ini menargetkan sebanyak 1,2 juta lebih atau 95 persen anak di Riau, setelah kejadian luar biasa kasus polio terjadi di Aceh, beberapa waktu lalu.

“Setelah tiga kasus polio yang terjadi di Aceh, mengharuskan pemerintah untuk gerak cepat melakukan imunisasi massal kepada anak sebagai langkah pencegahan penularan virus itu. Imunisasi polio secara massal dilakukan dalam rangka mencegah penularannya,” terang Zainal.

Khusus di Riau, kegiatan imunisasi akan menyasar sebanyak 640.001 anak usia 0-59 bulan dan 605.337 anak usia 4-59 bulan. Program dilaksanakan sejumlah 1 putaran yang dimulai pada tanggal 6 Maret sampai 13 Maret 2023. Waktu pelaksanaan adalah 1 (satu) minggu ditambah 5 (lima) hari sweeping. Target cakupan sekurang-kurangnya adalah 95 persen.

“Saya mengajak semua teman media untuk dapat mendukung pelaksanaan Crash Program Polio dengan menyebarluaskan informasi tersebut ke seluruh masyarakat di Provinsi Riau,” ajak Zainal.

“Mari kita lindungi anak-anak kita dari penyakit Polio, sehingga mereka sehat dan dapat terus belajar untuk menggapai cita-cita. Imunisasi telah terbukti ampuh dan aman, mari kita manfaatkan,” pesannya.

Sebelum kegiatan imunisasi dilakukan, Diskes Riau melakukan Pertemuan Orientasi Crash Program dan Penguatan Imunisasi Polio Bagi Tenaga Kesehatan di Provinsi Riau yang dilakukan secara serentak di empat hotel di Pekanbaru yakni Novotel, Hotel Jatra, Hotel Pangeran dan Hotel Premiere, Pekanbaru.

Sebanyak 283 Puskesmas di Riau mengutus sejumlah tenaga kesehatan mereka untuk mendapatkan pembekalan sebelum kegiatan imunisasi massal itu dilangsungkan.

Kegiatan ini menghadirkan beberapa para ahli kesehatan dan Kemenkes sebagai bentuk pendampingan dan pembekalan kepada seluruh tenaga kesehatan, yang nantinya terlibat dalam kegiatan imunisasi massal tersebut.

“Adapun untuk pemberian vaksin dilakukan dengan dua mekanisme, yakni secara tetes dan suntik dengan tanpa memandang status imunisasi anak sebelumnya. Kegiatan vaksinasi akan dimulai tanggal 6 Maret, hingga seminggu ke depan. Jika target 95 persen belum tercapai, maka akan ada kegiatan vaksinasi secara door to door,” sebut Zainal.

Untuk pelaksanaan vaksinasi sendiri, tambah Zainal, bisa dilakukan di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan masyarakat, mulai dari rumah sakit hingga posyandu.

“Kami berharap besar pada Puskesmas, sebagai ujung tombak, untuk menyasar seluruh anak-anak yang ada di daerah. Vaksin ini sepenuhnya gratis,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Komnas PP KIPI, Prof Dr dr Hindra Irawan Satari SpA(K) MTropPead menjelaskan bahwa polio dapat menyebabkan kelumpuhan total pada anak jika imun anak tidak segera dibentengi.

“Oleh karena itu, kita harus membentengi Riau. Jangan sampai virus ini lolos masuk ke Riau dengan membentuk kekebalan pada anak dengan imunisasi. Kami dan pemerintah telah menjamin bahwa vaksin ini aman untuk anak-anak. Jadi para orang tua jangan takut atau ragu membawa anaknya untuk diimunisasi,” ucap Hindra.(***)