Hujan, Kabupaten/Kota Tetap Lakukan Penetapan Status Karhutla

2

Wartapekan.com, Pekanbaru – Meski saat ini masih musim hujan beberapa kabupaten/kota di Provinsi Riau tetap melakukan penetapan status siga darurat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

Penetapan status tersebut, selain mengantisipasi dari dini, juga untuk menjali komunikasi lebih baik serta kemudahan dalam penangan jika terjadi Karhutla.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, M Edy Afrizal mengatakan, saat ini sudah ada empat kabupaten/kota yang menetapkan status siaga Karhutla, yaitu, Kota Pekanbaru, Kabupaten Bengkalis dan disusul Kabupaten Siak dan Kepulauan Meranti.

“Untuk dua kabupaten ini belum diumumkan secara resmi, karena masih mempersiapkan berkas-berkas ke BPBD Riau terkait penetapan status. Tapi mereka sudah melaksanakan rapat koordinasi dengan Forkopimdanya. Dengan demikian, sudah empat daerah di Riau yang menetapkan status siaga darurat Karhutla di Riau,” ujar Edy.

Dengan ditetapkannya status darurat siaga Karhutla tingkat kabupaten/kota, maka koordinasi nantinya akan lebih mudah dilakukan. Karena posko-posko pengendalian Karhutla sudah didirikan.

“Walaupun provinsi Riau sudah menetapkan status siaga darurat Karhutla, namun kami juga meminta pemerintah kabupaten/kota juga menetapkan status serupa agar memudahkan dalam hal koordinasi penanggulangan bencana Karhutla,” sebut Edy.

Untuk membantu proses pencegahan dan pengendalian Karhutla di Riau. Pihaknya juga sudah mengirimkan surat permintaan bantuan helikopter ke pusat pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

“Kami sudah mengajukan bantuan helikopter 10 unit untuk patroli dan juga water boombing. Untuk kapan dikirimkan ke Riau kami masih menunggu informasi selanjutnya, karena pihak BNPB baru saja pulang dari Turki mengirimkan bantuan,” terangnya.

Selain helikopter untuk water booming, diminta juga mengajukan bantuan untuk Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC).

TMC menurutnya penting dilakukan, karena berdasarkan prediksi BMKG stasiun Pekanbaru, pada akhir Februari ini Riau sudah memasuki musim kemarau.

“Untuk TMC juga sudah kami usulkan, realisasinya juga masih menunggu informasi dari pemerintah pusat. Intinya segala upaya pencegahan terjadinya Karhutla terus dilakukan,” tukas Edy.(rls)