800 Titik Jalan Rusak di Pekanbaru Bakal Segera Mulus

12

Wartapekan.com, Pekanbaru — Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pekanbaru terus melakukan perbaikan jalan rusak di Kota Bertuah.

Langkah ini merupakan bagian komitmen Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho-Markarius Anwar dalam memberikan pelayanan maksimal bagi masyarakat Kota Pekanbaru. Salah satunya peningkatan infrastruktur jalan, khususnya jalan-jalan rusak yang menghiasi ibukota Provinsi Riau itu.

Pemko Pekanbaru kembali menegaskan komitmennya untuk memprioritaskan anggaran perbaikan jalan. Tahun 2025 ini, Pemko Pekanbaru menganggarkan hampir Rp50 miliar untuk perbaikan jalan.

Anggaran yang disiapkan untuk perbaikan berupa tambal sulam hingga overlay. Pasalnya, ratusan kilometer jalan di Pekanbaru dalam kondisi rusak.

“Perbaikan dilakukan secara bertahap dan sesuai kemampuan keuangan daerah. Tak hanya tambal sulam, untuk kegiatan overlay jalan tahun 2025 tetap ada,” ujar Kepala Dinas PUPR Kota Pekanbaru, Edward Riansyah.

Perbaikan bakal dilakukan secara bertahap dengan sistem tambal sulam dan overlay. Berdasarkan data dari Dinas PUPR Kota Pekanbaru, total ruas jalan dalam kondisi rusak mencapai hampir 500 kilometer.

“Panjang ruas jalan yang dalam kondisi rusak berat mencapai 109 kilometer. Sementara 96 kilometer jalan di Kota Pekanbaru dalam kondisi rusak sedang, dan 254 kilometer dalam kondisi rusak ringan,” terang Edu.

Targetkan 800 Titik Mulus.

Sejak resmi dilantik pada 20 Februari lalu, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pekanbaru menekankan pentingnya perbaikan jalan guna meningkatkan kenyamanan masyarakat. Dinas PUPR pun bergerak cepat dengan melakukan tambal sulam di berbagai titik jalan yang mengalami kerusakan.

Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho menargetkan Dinas PUPR Kota Pekanbaru mampu menyelesaikan minimal 800 titik jalan berlubang yang menjadi kewenangan Pemko Pekanbaru pada tahun 2025 ini. Perbaikan dilakukan secara bertahap di 15 kecamatan yang ada dengan metode tambal sulam dan pelapisan ulang aspal (overlay).

“Saya sudah memerintahkan Kepala Dinas PUPR Pekanbaru untuk menghitung kemampuan anggaran Pemko. Apabila memungkinkan, segera mengeksekusi target tersebut. Targetnya sudah saya sampaikan, ada 800 titik. Coba dihitung dulu kemampuan anggarannya. Kalau bisa dieksekusi, 800 titik itu minimal,” ungkap Agung, Sabtu (12/4/2025).

Agung menjabarkan, saat ini terdapat lebih dari 1.600 titik jalan berlubang yang perlu diperbaiki. Namun, keterbatasan anggaran daerah membuat perbaikan harus dilakukan secara bertahap. Untuk itu, pihaknya berencana meminta dukungan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau dan pemerintah pusat guna mempercepat proses perbaikan.

“Karena anggaran kita memang tidak terlalu banyak, kita akan coba variasikan. Kita akan berkoordinasi dengan provinsi dan balai jalan. Sehingga jika dikeroyok bersama, segala permasalahan di Kota Pekanbaru bisa lebih cepat selesai,” kata Agung.

Ia menegaskan bahwa dukungan anggaran dari pemerintah provinsi dan pusat sangat dibutuhkan, mengingat jumlah jalan rusak yang cukup banyak. Jika hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Pekanbaru, maka perbaikan tidak akan mencukupi untuk menuntaskan seluruh jalan yang rusak.

Selain itu, Pemko Pekanbaru tahun ini juga masih harus menyelesaikan tunda bayar kegiatan tahun 2024 yang mencapai Rp400 miliar. Kondisi ini semakin memperketat alokasi anggaran yang tersedia untuk proyek infrastruktur.

“Kami meminta masyarakat bersabar, karena kami juga baru bekerja. Satu per satu masalah di kota ini akan kami selesaikan,” tutur Agung.

Di sisi lain, Kepala Dinas PUPR Kota Pekanbaru, Edward Riansyah merinci, total jalan berlubang yang terdata di Kota Pekanbaru saat ini mencapai 1.674 titik. Dari jumlah tersebut, sebanyak 228 titik telah diperbaiki hingga Maret 2025.

“Target dari Pak Wali sebanyak 800 titik. Kita optimis bisa menangani hampir separuh dari total keseluruhan. Prioritas perbaikan akan difokuskan terlebih dahulu pada jalan-jalan berlubang yang berada di kawasan padat penduduk,” tukas Edward. (**)