Intensitas Hujan Tinggi, Warga Bantaran Sungai Diimbau Waspada

4

Wartapekan.com, Pekanbaru-Intensitas hujan yang masih tinggi di Kota Pekanbaru berdampak pada naiknya debit Sungai Siak. Bahkan, kondisi itu menyebabkan genangan air di sejumlah wilayah, terutama kawasan permukiman yang berada di bantaran sungai.

Kepala Seksi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekanbaru, Suhendri mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar tepi sungai agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir akibat pengaruh pasang surut sungai.

“Kami mengimbau kepada masyarakat yang tinggal di seputaran tepi sungai, khususnya di bantaran Sungai Siak, tingkatkan kewaspadaan dan mengamankan barang-barang penting nya. Seperti surat-surat berharga, nah itu sebaiknya dipindahkan ke tempat yang lebih aman,” pesan Suhendri.

Ia juga meminta masyarakat untuk memperhatikan instalasi listrik di rumah masing-masing. Terutama instalasi yang berada di bagian bawah rumah dan rawan terendam air.

“Instalasi listrik yang posisinya rendah sebaiknya juga diamankan terlebih dahulu, bisa dinaikkan ke tempat yang lebih tinggi untuk menghindari risiko korsleting,” sarannya.

Berdasarkan data BPBD Kota Pekanbaru, salah satu wilayah yang hari ini terdampak genangan berada di Jalan Kampung Baru, Kelurahan Bambu Kuning, Kecamatan Tenayan Raya. Saat ini, kondisi air dilaporkan mulai berangsur surut seiring turunnya debit Sungai Siak.
“Ketinggian debit air saat ini berkisar antara 30 hingga 40 sentimeter di sekitar UPT IPAL Jalan Kampung Baru,” jelas Suhendri.

Tercatat sebanyak 88 kepala keluarga terdampak akibat proses pasang surut Sungai Siak di lokasi tersebut. Rinciannya, di RW 08 RT 01 sebanyak 36 kepala keluarga (KK), sementara di RW 08 RT 02 sebanyak 52 KK. BPBD Kota Pekanbaru memastikan terus melakukan pemantauan di lokasi terdampak dan menyiagakan sarana dan prasarana penanggulangan bencana.

“Saat ini, BPBD telah menyiapkan dua unit perahu fiber untuk mendukung proses evakuasi apabila kondisi kembali memburuk. Tim kami tetap siaga di lapangan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya kenaikan air susulan,” tutur Suhendri.(**)