Wartapekan.com, Pekanbaru-Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada Tahun Anggaran (TA) 2026 dapat menembus angka lebih dari Rp1,3 triliun. Target tersebut dinilai realistis apabila pengelolaan dan pengawasan sektor pajak dilakukan secara optimal.
Menyikapi hal itu, Anggota Komisi II DPRD Kota Pekanbaru Fathullah menegaskan, peningkatan PAD sangat bergantung pada kinerja pemungutan pajak daerah. Karena itu, ia meminta Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Pekanbaru benar-benar serius dan maksimal dalam menggali potensi pajak yang ada.
“PAD kita ini mayoritas bersumber dari pajak. Kalau pajak naik dan dikelola dengan baik, otomatis PAD juga akan meningkat,” ujar Fathullah.
Ia menilai masih terdapat sejumlah kebocoran pendapatan yang harus segera dibenahi. Menurut Fathullah, potensi PAD di Pekanbaru sejatinya masih sangat besar apabila dilakukan pengawasan yang ketat dan evaluasi menyeluruh.
“Masih banyak kebocoran-kebocoran yang terjadi di Kota Pekanbaru. Ini yang harus menjadi perhatian serius,” tegas politisi Demokrat itu.
Untuk itu, Komisi II DPRD Kota Pekanbaru mendorong adanya sinergi yang kuat antara legislatif dan Bapenda dalam mengoptimalkan PAD. Fathullah mengungkapkan, pihaknya telah memanggil Bapenda untuk membahas berbagai potensi pendapatan daerah ke depan.
“Kami minta Bapenda bersinergi dengan Komisi II. Kalau kita panggil untuk hearing, harus hadir. Jangan sampai dipanggil tapi tidak datang, karena ini menyangkut kepentingan daerah,” kata Fathullah.(**)






