Wartapekan.com,ROKAN HULU — Sinergi antara dunia usaha dan pembangunan keagamaan kembali menunjukkan hasil konkret. PT Anugerah Niaga Sawindo hadir dengan langkah inovatif melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang tidak hanya bersifat bantuan sesaat, tetapi berorientasi pada keberlanjutan pendanaan Masjid Agung Islamic Center Rokan Hulu.
Di tengah peran strategis Islamic Center sebagai pusat aktivitas religi dan sosial masyarakat di Negeri Seribu Suluk, perusahaan tersebut menggagas sistem pendanaan berbasis produktivitas aset. Melalui pengelolaan kebun seluas 30 hektare, hasilnya secara khusus diperuntukkan guna menopang operasional dan pemeliharaan masjid secara berkelanjutan.
Bupati Rokan Hulu, Anton, ST, MM, mengapresiasi langkah tersebut dan menilai kolaborasi ini sebagai bentuk kepedulian nyata dunia usaha terhadap pembangunan spiritual masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi inisiatif PT Anugerah Niaga Sawindo yang telah menghadirkan konsep pendanaan berkelanjutan bagi Masjid Agung Islamic Center. Ini merupakan bentuk investasi sosial yang memberikan manfaat jangka panjang,” ujar Anton.
Dalam implementasinya, skema kerja sama dibagi dalam dua periode. Pada tahap awal tahun 2026 hingga 2031, sebanyak 60 persen hasil kebun dialokasikan untuk biaya investasi dan pemeliharaan. Sementara 40 persen sisanya dibagi antara perusahaan dan pihak masjid, dengan porsi khusus untuk mendukung kegiatan Islamic Center.
Menariknya, pada periode berikutnya mulai 2032, kontribusi terhadap masjid diproyeksikan meningkat seiring menurunnya beban investasi. Dengan demikian, nilai manfaat yang diterima Islamic Center akan semakin besar sejalan dengan produktivitas kebun yang terus berkembang.
Pihak perusahaan menegaskan bahwa program ini dirancang sebagai model pemberdayaan yang berkelanjutan, bukan sekadar bantuan konvensional.
“Program ini kami rancang untuk memastikan Masjid Agung Islamic Center memiliki sumber pendanaan mandiri yang stabil, sehingga dapat terus berkembang dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat,” ungkap perwakilan PT Anugerah Niaga Sawindo.
Model kemitraan ini pun dinilai menjadi terobosan baru dalam pengelolaan dana sosial berbasis aset produktif. Kolaborasi antara pemerintah daerah dan sektor swasta tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam membangun kemandirian ekonomi lembaga keagamaan sekaligus memperkuat nilai-nilai sosial di tengah masyarakat.(Fan)






