Tari Massal Sapin Bagan Harumkan Nama Rohil

3

BAGANSIAPIAPI (wartapekan.com) Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Provinsi Riau, kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat internasional. Sebanyak 7.750 penari perempuan dari 18 kecamatan berhasil memecahkan Rekor MURI tingkat dunia melalui pertunjukan Tari Massal Sapin Bagan, tarian tradisional khas Negeri Seribu Kubah.

Bupati Rokan Hilir, H. Bistamam, mengungkapkan rasa syukur atas capaian tersebut usai kegiatan yang digelar di Bagansiapiapi,
Kamis (23/7). Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, peserta, dan masyarakat yang telah mendukung penuh suksesnya penyelenggaraan acara.

“Alhamdulillah, kita berhasil meraih rekor dunia Tari Sapin Bagan dengan jumlah peserta perempuan sebanyak 7.750 orang. Penilaian ini bahkan tercatat sebagai Rekor MURI tingkat dunia,” ujar Bistamam.

Menurutnya, keberhasilan tersebut bukan hanya hasil dari persiapan yang matang, tetapi juga lahir dari semangat dan antusiasme luar
biasa seluruh pihak yang terlibat.

“Yang terpenting adalah semangat. Antusiasme masyarakat membuat harapan yang kita dambakan akhirnya dapat terwujud,” katanya.

Bistamam menambahkan, prestasi ini merupakan anugerah dari Tuhan sekaligus menjadi momentum untuk memperkenalkan budaya
Rohil ke tingkat yang lebih luas.

“Mudah-mudahan ini menjadi rahmat dari Tuhan dan membawa kemajuan bagi Rokan Hilir ke depan,” ucapnya.

Antusiasme masyarakat tampak jelas dari ribuan peserta yang tampil kompak membawakan gerakan Tari Sapin Bagan. Kolaborasi antara pemerintah daerah, panitia, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan kegiatan bersejarah tersebut.

Capaian ini sekaligus memperkuat posisi Rokan Hilir sebagai daerah yang kaya akan warisan budaya. Tari Sapin Bagan kini tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat setempat, tetapi juga menjadi simbol kekayaan tradisi yang mampu
menembus panggung dunia.

Manager Operasional Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), Andre Purwandono, hadir langsung untuk melakukan proses penilaian terhadap penampilan tari massal tersebut.

Ia menyebut jumlah peserta yang mencapai 7.750 orang jauh melampaui standar rekor MURI sebelumnya yang hanya melibatkan
1.000 penari.

“Hari ini kami menilai Tari Sapin Bagan yang ditarikan oleh 7.750 perempuan dari 18 kecamatan di Rokan Hilir. Ini merupakan kegiatan yang luar biasa dan menjadi yang pertama karena melampaui standar Rekor MURI,” kata Andre kepada wartawan.

Menurut Andre, Tari Sapin Bagan memiliki keunikan tersendiri dibandingkan tarian tradisional lainnya. Selain jumlah peserta yang fantastis, nilai budaya dan tradisi yang terkandung di dalam tarian tersebut menjadi salah satu aspek penting dalam proses penilaian. Ia berharap pencapaian ini tidak hanya berhenti sebagai pemecahan rekor, tetapi menjadi motivasi untuk terus melestarikan Tari Sapin Bagan sebagai warisan budaya yang diwariskan kepada generasi mendatang. (**)