Gunung Marapi Sumbar Erupsi

4

PADANG – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat (Sumbar) menyebut tercatat 40-an orang pendaki berada di atas Gunung Marapi saat erupsi terjadi. Namun menurut warga yang ada di pintu masuk Pos Pendakian Proklamator, diperkirakan lebih dari 100 orang.
Angka tersebut jauh lebih tinggi dari yang tercatat, karena pada saat kejadian masih banyak pendaki yang nekat dan memaksa naik.
Pos Pendakian Proklamator berada di kawasan Batu Palano dan merupakan satu – satunya pintu masuk resmi para pendaki Gunung Marapi.
“Perkiraan kita lebih dari 100 orang. Hari Kamis dan Jumat memang hanya 40-an orang. Tapi hari Sabtu, ada sekitar 50-an orang, termasuk rombongan dari Duri Riau. Ada 29 orang mereka,” kata Safrizal, warga Batu Palano yang menetap dan berjualan di pintu masuk kepada detik.com, Ahad (8/1).
“Seratus orang lebih kurang lah yang naik dari sini,” kata lelaki yang akrab disapa dengan nama Ayah BKSDA itu.
Safrizal mengungkapkan, dari sekian banyak pendaki yang naik, yang sudah turun baru beberapa orang saja.
Ia mengaku sudah mengingatkan para pendaki mengenai status Gunung Marapi yang tidak aman untuk dinaiki. Tapi banyak dari pendaki yang bahkan datang dari luar Sumatra Barat tetap ngotot untuk naik.
Sementara itu Kepala Seksi Konservasi Wilayah II BKSDA Sumbar Eka Damayanti, mengatakan pihaknya telah melarang para pendaki untuk naik ke Gunung Marapi pasca erupsi. Tapi menurut dia banyak pendaki yang tidak mengindahkan larangan tersebut.
“Walau sudah dilarang, mereka (pendaki) tetap naik. Karena ada banyak akses yang dapat mereka lalui,” ujar Eka.
Saat ini, petugas gabungan dari BKSDA, Basarnas dan Polri serta warga setemoat masih melakukan penyisiran dan Sambungan dari hal 1….

mencari para pendaki ke puncak. Mereka diminta untuk segera turun gunung.
Sebelumnya, saat erupsi Gunung Marapi terjadi, BKSDA Sumatera Barat mencatat ada 40-an pendaki yang sedang berada di puncak gunung. BKSDA mengatakan kini sudah 20 pendaki yang sudah turun dari gunung.
“Pendaki yang sudah turun 20 orang,” kata Kepala BKSDA Sumbar Ardi Andono kepada wartawan, Sabtu (7/1) malam.
Ardi menyebut sisa pendaki yang masih berada di atas gunung sejauh ini bisa dihubungi oleh tim di lapangan. Kata Ardi, semua pendaki baik 20 yang sudah berhasil turun maupun yang masih dalam perjalanan dalam keadaan sehat.
Sementara, Kepala BKSDA Sumbar Ardi Andono, di Padang, Ahad, menyebut setidaknya sudah ada 30 orang pendaki yang turun dari Gunung Marapi. Hal itu dilakukan untuk mengambil langkah antisipasi dan mengurangi resiko ancaman erupsi Gunung Marapi.
“Tim memaksa pendaki lainnya yang masih bersikeras menetap di Gunung Marapi, hingga pagi ini sudah terdata 30 orang yang turun dan empat lainnya dalam perjalanan ke bawah,” kata Ardi.
Ia mengatakan, sejak malam setelah kejadian erupsi, Tim Penyapu sengaja naik ke atas Gunung Marapi mencari dan memaksa pendaki yang masih berkemah untuk segera turun.
“Saat ini Tim Penyapu sudah di atas, jumlah petugas yang siaga di pos 10 dari Basarnas dan lima dari BKSDA,” katanya.
Ardi menyebut ada 40 orang pendaki yang terdaftar naik ke Gunung Marapi sebelum letusan terjadi, namun ia tidak bisa memastikan akan adanya kemungkinan pendaki ilegal yang berada di Marapi.
“Yang kami hitung tentunya pendaki yang resmi naik dan mendaftar, untuk yang ilegal kami belum bisa mendata,” ujarnya.
Gunung Marapi mengalami erupsi pada Sabtu (07/01) sejak pukul 06.11 WIB, warga di sekitar gunung aktif telah diminta waspada dan seluruh aktivitas pendakian dilarang untuk sementara waktu.
Saat ini Gunung Marapi berada pada Status Level II atau Waspada, Pos Pengamatan Gunung Marapi di Bukittinggi masih merekam erupsi dengan skala kecil hingga saat ini. (dtc/ant)