Lato-lato Dilarang Masuk Sekolah

5

Pekanbaru – Dinas Penndidikan (Disdik) Kota Pekanbaru melarang permainan lato-lato masuk di area sekolah. Permainan jadul yang kembali viral di Indonesia itu, dianggap mengganggu proses belajar mengajar serta dikhawatirkan dapat mencederai.

Hal itu ditegaskan Kepala Disdik Kota Pekanbaru Abdul Jamal, Kamis (12/1). Ia katakan pihak sekolah harus mulai secara tegas melarang anak didiknya membawa serta memainkan permainan lato-lato tersebut di lingkungan sekolah.

Sekolah juga diminta memberikan edukasi tentang bahaya permainan tersebut.

Ditegaskan Abdul Jamal, larangan untuk pelajar tidak mambawa dan memainkan lato-lato tersebut masih sebatas lisan.

Namun ke depan bukan tidak mungkin ditegaskan kepada pihak sekolah atau kepala sekolah melalui surat resmi.

“Sudah kita ingatkan sekolah secara lisan tidak melalui surat edaran. Karena permainan tersebut tidak ramah anak dan bisa mencederai,” tegasnya.

Menurutnya, sudah ada kasus di daerah Kalimantan, ada seorang anak yang matanya terluka saat bermain lato-lato.

Maka, orangtua tetap harus mengawasi permainan tersebut agar dimainkan secara benar dan tidak berlebihan oleh anak.

Walaupun demikian, diakuinya permainan ini membuat anak-anak kembali berinteraksi lagi dengan temannya. Padahal, anak-anak sebelumnya sangat terfokus pada gadget.

“Karena selama ini kita tengok anak-anak kita ini sibuk dengan gadget aja, android, game. Jadi ada juga segi positifnya, saya lihat di mana-mana, perkarangan rumah, itu sudah mulai keluar anak itu bermain,” jelasnya. (**)