PEKANBARU--Balai Besar Konservasi Sumberdaya Alam (BBKSDA) Riau bersama pihak PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) menindaklanjuti laporan warga yang bertemu sosok Harimau Sumatera di Well Rantau Bais 40, Kepenghuluan Teluk Berembun, Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir.
Tindak lanjut yang dilakukan yakni dengan melakukan Mitigasi, atau penyelamatan satwa.
Kepala Besar (Kababes) BKSDA Riau, Genman Suhefti Hasibuan SHut MM mengatakan, tim sudah diturunkan datang ke lokasi bersama pihak PT PHR.
“Tim sudah diturunkan untuk menindaklanjuti laporan penampakan satwa harimau, yang diterima pihak PT PHR,” ungkap Kababes, Kamis (2/2/2023), melalui sambungan telepon selulernya.
Menurut laporan yang diterima, penampakan harimau dilaporkan warga yang sedang memancing ikan di lokasi. Waktu kejadian dilaporkan terjadi beberapa hari lalu, dimana warga tersebut melihat sosok harimau melintas di depannya.
Sadar yang dilihatnya adalah harimau, warga tersebut mengaku langsung lari ke rumah warga agar merasa aman.
Mencegah terjadinya konflik manusia dan harimau, tim yang turun langsung berkoordinasi dengan perangkat desa, untuk melakukan pengecekan di lapangan disekitar lokasi diinformasikan satwa tersebut muncul.
“Hasilnya tim gabungan tidak menemukan adanya jejak satwa dimaksud,” ungkap Kababes.
Hasil lainnya, dari pantauan tim gabungan, di sekitar lokasi di Kepenghuluan Teluk Berembun itu bahwa sebagian besar merupakan hamparan perkebunan sawit. “Lokasi yang dilaporkan terlihat harimau berada tak jauh dari Sungai Rokan,” beber Kababes.
Usai peninjauan, tim gabungan pun langsung melakukan sosialisasi agar masyarakat setempat dapat waspada. Kemudian, agar menggunakan bunyi-bunyian, untuk mengusir harimau.
Selain itu warga juga dihimbau untuk tidak keluar rumah seorang diri saat di malam hari dan jika terpaksa baiknya ditemani.
“Perlu kami informasikan bahwa satwa harimau ini dilindungi undang-undang, sehingga sangat dilarang untuk melukai apalagi membunuhnya,” pesan Kababes.(nop)






