Pemerintah Ajak Semua Tokoh Sosialisasi Bahaya LGBT

2

Wartapekan.com – LARANGAN aktifitas perilaku menyimpang Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) saat ini marak digaungkan oleh pemerintah, baik eksekutif maupun legislatif. Bahkan, DPRD Pekanbaru mulai melirik dibuatnya Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur LGBT.

Perilaku menyimpang LGBT ternyata mendapat perhatian serius Gubernur Riau, Drs H Syamsuar MSi. Syamsuar mengajak seluruh tokoh agama maupun masyarakat untuk bersama-sama mengatasi perilaku menyimpang LGBT yang saat ini marak terjadi di kalangan generasi muda di Riau. Bahkan, kasusnya semakin memprihatinkan.

“Saya minta segera berubah dan bertobat serta beribadah memohon ampun sang pencipta. Karena kegiatan tersebut (LGBT, red) mendatangkan murka Allah SWT,” ujar Syamsuar.

Kendati menjadi tantangan berat, namun harus diberantas agar tidak berkembang. Selain merusak citra Riau, citra Melayu, yang paling ditakutkan lagi adalah datangnya kutukan Allah.

“Orangtua, pemuka adat, pemuka agama, dan tokoh masyarakat mari bersama-sama bekerja keras memberantas LGBT di bumi Melayu Riau ini agar kita bisa kembali pada jalan yang benar, kembali kepada keimanan dan ketakwaan kepada Allah dan Alquran sebagai pedoman hidup,” tegas Syamsuar.

Bahkan, lanjut Syamsuar, di setiap kesempatan, ia selalu menyempatkan imbauan akan bahayanya LGBT.

Sementara itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Riau, Prof Ilyas Husti mengatakan, bahwa pihaknya bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau sudah bersepakat untuk menolak perilaku menyimpang LGBT.

“Dimana ada peluang, dimana ada tempat, kita akan sampaikan bahaya LGBT itu,” kata Ilyas Husti.

Selain itu, juga meminta dan mengajak tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat untuk bersama-sama mensosialisasikan bahaya LGBT tersebut.

“Maka tiap safari-safari yang kita adakan baik bersama gubernur maupun sendiri-sendiri, bahaya LGBT jadi topik utama yang dibahas. Dalam rangka menjaga masyarakat tak terlibat. Kami terus mengingatkan bagi generasi muda, harus sangat menjauhi LGBT karena dampaknya akan sangat buruk,” pesannya.

Ternyata tak hanya dari pihak pemerintah, dukungan juga banyak datang dari kalangan masyarakat. Herlina salah seorang warga Kota Pekanbaru setuju dengan pemerintah atas larangan LGBT tersebut.

Karena menurutnya, LGBT bisa merusak mental anak bangsa Indonesia, dan diharamkan oleh Tuhan.

“Saya sangat setuju dengan pemerintah yang melarang LGBT, apalagi jika nanti ada perda yang mengaturnya, memang kita harus menjauhkan diri dari perilaku LGBT,” sebut Herlina.

“Saya sangat mendukung larangan LGBT, karena memang LGBT itu sangat berbahaya, dan di agama juga diharamkan,” terang Hamdani salah seorang penceramah muda Kota Pekanbaru.

Lirik Pembahasan Perda Larangan LGBT

Ketua DPRD Pekanbaru, Muhammad Sabarudi ST menilai bahwa regulasi (Perda) untuk mengatasi perilaku menyimpang LGBT harus dibuat, sehingga bisa diterapkan. Apalagi beberapa daerah di Indonesia, sudah punya Perda atau Pergub-nya.

“Pada intinya, regulasi yang dibuat itu kan tujuannya agar pemerintah bisa memberantas LGBT. Di Kota Pekanbaru karena sudah tersinyalir ada, maka Pemko wajib memberangusnya segera,” kata Sabarudi.

Politisi senior PKS ini mengaku, beberapa daerah di Indonesia kini menggodok Perda LGBT ini. Namun untuk di Kota Pekanbaru, pihaknya belum ada membahas Ranperda LGBT.

Meski demikian, usulan Ranperda LGBT ini untuk dibahas di DPRD Pekanbaru sangat terbuka. Sebab, jika dibiarkan, dikhawatirkan bisa merasuki generasi muda. Terutama di kalangan pelajar.

“Untuk saat ini, Pemko bisa terbitan lewat Perwako dulu. Ke depan, jika memang penting, kita akan bahas di DPRD. Jika perlu masuk Ranperda Inisiatif nanti,” tegas Sabarudi.(rls)