1,2 Juta Anak Riau Jadi Target Imunisasi Polio

5

Wartapekan.com, DINAS Kesehatan (Diskes) Provinsi Riau bersama dengan pemerintah kabupaten/kota dan seluruh fasilitas kesehatan yang ada mulai melaksanakan kegiatan imunisasi polio di Provinsi Riau, Senin (6/3/2023). Target anak-anak yang akan mendapatkan imunisasi polio di Riau sebanyak 1.245,338 anak.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Riau, Zainal Arifin mengatakan, Imunisasi polio di Riau akan dimulai sejak 6 Maret hingga 13 Maret 2023. Target anak yang akan mendapatkan imunisasi polio di provinsi Riau tersebut dibagi menjadi dua kelompok. yakni pertama kelompok usia 0-59 bulan sebanyak 640.001 anak dan usia 4-59 bulan sebanyak 605.337 anak.

“Imunisasi polio ini penting dilakukan karena sudah ditetapkannya Kejadian Luar Biasa (KLB) polio Vaccine- Derived Polio Virus tipe 2 (VDPV2) di Kabupaten Pidie, Aceh Utara dan Bircun Provinsi Aceh. Provinsi Sumatera Barat dan Riau yang berdekatan dengan Provinsi Aceh dikategorikan sebagai provinsi yang berisiko tinggi terhadap penularan virus polio,” ujar Zainal, Senin (6/3/2023).

Dipaparkan Zainal, Adapun rincian target anak yang akan mendapat imunisasi polio di 12 kabupaten/kota di Riau yakni Kuantan Singingi usia 0-59 bulan 25.616 dan 4-59 bulan 24.258 anak, Indragiri Hulu 38.709 dan 36.613, Indragiri Hilir 54.707 dan 51.871 dan Pelalawan 54.912 dan 51.901.

“Selanjutnya Siak 49.887 dan 47.289 anak, Kampar 77.334 dan 81.724, Rokan Hulu 75.094 dan 71.097, Bengkalis 47.692 dan 50.358. Rokan Hilir 67.063 dan 70.879, Kepulauan Meranti 12.749 dan 13.440, Kota Pekanbaru 90.296 dan 95.890 dan Kota Dumai 28.785 dan 27.172 anak,” terangnya.

Berdasarkan rekomendasi WHO, Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional (ITAGI) dan Komite Ahli Eradikasi Polio, dibutuhkan upaya berupa kegiatan Crash Program yang dilaksanakan di kedua provinsi untuk menutup kesenjangan imunitas serta merupakan upaya penting dalam mempertahankan status Indonesia bebas polio.

“Sehubungan dengan hal tersebut, di Riau akan dilaksanakan beberapa upaya diantaranya yakni Crash Program dilaksanakan dengan memberikan satu dosis imunisasi bivalent Oral Polio Vaccine (bOPV) atau polio tetes dan satu dosis imunisasi Inactivated Poliovirus Vaccine (IPV) atau polio suntik tanpa memandang status imunisasi sebelumnya,” kata Zainal.

Zainal menyebutkan, jika target 95 persen belum tercapai, maka akan ada kegiatan vaksinasi secara door to door.

“Kami berharap kepada Puskesmas sebagai ujung tombak, untuk menyasar seluruh anak-anak yang ada di daerah. Vaksin ini sepenuhnya gratis,” ucap Zainal.

Serentak di 654 Posyandu

Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Kota Pekanbaru, dr Zaini Rizaldy mengatakan, imunisasi Polio tersebut merupakan program pemerintah pusat dalam hal itu Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Untuk mengantisipasi terjadinya peningkatan kasus Polio di Indonesia, termasuk di Kota Pekanbaru.
‘’Kegiatan imunisasi vaksin Polio dilaksanakan serentak di 654 Posyandu. Dengan Kader sebanyak 3.000 dan seluruh petugas kesehatan kita berdayakan untuk crash program Polio ini,’’ sebut Zaini.

Dampak dari tidak diberikannya vaksin polio ini, lanjut Zaini, anak-anak tersebut bisa menderita lumpu layu mendadak. Dia tidak bisa menggunakan anggota geraknya, yang dikhawatirkan tentunya menamba beban baik keluarga dan pemerintah.

“Sebenarnya ditahun 2014 lalu, sudah menginisiasi bahwa Indonesia sudah melaksanaan PIN Polio, itu sudah bebas dari virus Polio. Namun ternyata masih ada kasus, maka Kementerian Kesehatan tidak mau ambil resiko. Sehingga segera melakukan program vaksin polio,” tutur Zaini.(rls)