Wartapekan.com, Sungguh naas nasib yang dialami Yudi Rahman (35). Pemanen sawit yang tinggal di Jalur VI, Kepenghuluan Suka Maju (Paket A), Kecamatan Bagan Sinembah, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) tewas tergorok egrek-nya (alat panen sawit, red) sendiri.
Korban tewas bersimbah darah usai mata pisau egreknya mengenai leher dikarenakan fiber egrek tersangkut di salah satu pohon sawit saat mengendarai sepeda motornya. Korban pertama kali ditemukan seorang pelajar yang melintas.
Informasi yang diperoleh dari warga Paket A, kejadian naas itu bermula saat korban melakukan aktivitas rutinnya bekerja sebagai pemanen kelapa sawit di salah satu kebun pemilik warga di Paket A.
Sekira pukul 14.40 WIB, pekerjaan korban selesai dan bergegas untuk pulang ke rumahnya.
Di tengah perjalanan, korban melewati jalan yang sedikit berkelok yang mengakibatkan sambungan piber egrek tersangkut di salah satu pohon kelapa sawit di posisi pinggir jalan yang berbelok yang secara otomatis tertarik.
Akibatnya, mata pisau egrek menyambar leher korban. Seketika korban terjatuh langsung meninggal dunia di karenakan kehabisan darah.
Korban pertama kali ditemukan seorang anak sekolah yang akan pulang ke Dusun Bhakti dengan melewati Jalan Barak Acong.
Mereka kaget bukan kepalang saat melihat ada orang bersimbah darah tergeletak di jalan.
Tak lama kemudian, seorang tukang bernama Sujarno pun melintas di jalan itu.
Melihat hal itu, Sujarno langsung berteriak dan meminta bantuan kepada seluruh warga.
Setelah itu, warga membawa korban ke Pustu Paket A untuk dilakukan pembersihan dan dijahit luka di leher korban.
“Kondisi lehernya nyaris putus akibat terkena egrek,” kata Sujarno
Usai dijahit, kata Sujarno, korban kemudian dibawak pihak keluarga bersama warga dan langsung memakamkan korban di TPU Paket A.
“Pihak keluarga sudah mengikhlaskan atas musibah tersebut dan menyampaikan tidak perlunya dilakukan otopsi,” tukasnya.
Sementara itu, Penghulu Suka Maju (Paket A), H Thamrin saat dikonfirmasi membenarkan adanya warga Paket A yang tewas terkena egreknya sendiri.
“Keluarga sudah ikhlas. Namun, ini jadi pelajaran bagi kita semua. Saya meminta warga untuk lebih berhati-hati saat membawa peralatan panen. Kepada keluarga korban, semoga diberikan kesabaran dalam menghadapi musibah ini,” ucap H Thamrin.(rls)






