Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pada abad ke-21 telah membawa perubahan besar dalam kehidupan manusia. Berbagai aktivitas yang sebelumnya dilakukan secara manual kini menjadi lebih praktis dengan bantuan teknologi digital. Kemajuan tersebut memberikan banyak manfaat dalam bidang pendidikan, komunikasi, dan industri. Namun, perkembangan teknologi yang berlangsung sangat cepat juga memunculkan berbagai persoalan lingkungan yang semakin kompleks. Pencemaran air dan udara, meningkatnya limbah plastik, kerusakan ekosistem, hingga perubahan iklim menjadi permasalahan yang semakin sering ditemukan dalam kehidupan masyarakat. Kondisi ini menunjukkan bahwa perkembangan teknologi dan aktivitas manusia memiliki hubungan yang sangat erat dengan perubahan lingkungan.
Persoalan lingkungan yang terus meningkat tentu menjadi perhatian penting dalam dunia pendidikan. Saat ini, pendidikan tidak lagi cukup hanya berfokus pada penguasaan teori dan pencapaian nilai akademik. Peserta didik perlu memiliki kemampuan berpikir kritis, memecahkan masalah, bekerja sama, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Keterampilan tersebut merupakan bagian dari kompetensi abad ke-21 yang dibutuhkan agar peserta didik mampu menghadapi perkembangan zaman dan berbagai tantangan global. Dalam pembelajaran biologi, materi perubahan lingkungan menjadi salah satu materi yang sangat relevan dengan kondisi kehidupan saat ini. Materi tersebut membahas berbagai bentuk perubahan lingkungan akibat faktor alam maupun aktivitas manusia. Akan tetapi, pembelajaran perubahan lingkungan di sekolah masih sering dilakukan secara teoritis dan berpusat pada hafalan konsep. Peserta didik umumnya hanya memahami definisi pencemaran atau kerusakan lingkungan tanpa benar-benar memahami kaitannya dengan kondisi nyata di sekitar mereka. Situasi seperti ini membuat pembelajaran terasa kurang bermakna karena peserta didik belum memiliki kesadaran lingkungan yang kuat.
Berbagai persoalan lingkungan sebenarnya sangat dekat dengan kehidupan peserta didik. Sampah plastik yang menumpuk di lingkungan sekolah, pencemaran sungai akibat limbah rumah tangga, hingga banjir karena saluran air tersumbat merupakan contoh yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Sayangnya, berbagai persoalan tersebut belum sepenuhnya dijadikan bagian dari pengalaman belajar di kelas. Akibatnya, peserta didik mengetahui teori perubahan lingkungan, tetapi belum mampu memahami dampak nyata dan solusi yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Melihat kondisi tersebut, pendekatan SETS (Science, Environment, Technology, and Society) menjadi salah satu alternatif pembelajaran yang relevan diterapkan pada materi perubahan lingkungan. Pendekatan SETS menghubungkan unsur sains, lingkungan, teknologi, dan masyarakat sehingga pembelajaran menjadi lebih kontekstual dan dekat dengan kehidupan peserta didik. Melalui pendekatan ini, peserta didik tidak hanya mempelajari konsep secara teoritis, tetapi juga diajak memahami hubungan antara ilmu pengetahuan dengan persoalan lingkungan yang terjadi di masyarakat.
Penerapan pendekatan SETS pada materi perubahan lingkungan dapat dilakukan melalui kegiatan pengamatan lingkungan sekitar, diskusi mengenai penyebab pencemaran, analisis dampak kerusakan lingkungan, hingga pencarian solusi sederhana terhadap masalah yang ditemukan. Proses pembelajaran seperti ini membantu peserta didik memahami bahwa masalah lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga memerlukan keterlibatan masyarakat, termasuk generasi muda. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Fitri et al. (2022) menunjukkan bahwa pendekatan SETS mampu meningkatkan kemampuan pemecahan masalah peserta didik karena pembelajaran dikaitkan langsung dengan persoalan lingkungan nyata. Peserta didik menjadi lebih aktif dalam berdiskusi, menyampaikan pendapat, serta menganalisis solusi terhadap masalah yang ditemukan. Penelitian Kustantia et al. (2023) juga menjelaskan bahwa pembelajaran berbasis SETS dapat meningkatkan pemahaman konsep dan kemampuan berpikir kritis peserta didik pada materi perubahan lingkungan. Temuan tersebut memperlihatkan bahwa pembelajaran yang kontekstual mampu memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna dibandingkan pembelajaran yang hanya berpusat pada teori.
Pendekatan SETS juga dinilai relevan dengan kebutuhan keterampilan abad ke-21. Ketika peserta didik dilibatkan dalam kegiatan diskusi dan pemecahan masalah lingkungan, mereka belajar bekerja sama, berkomunikasi, dan berpikir secara kritis. Penggunaan teknologi dalam proses pembelajaran membantu peserta didik memahami bahwa teknologi dapat dimanfaatkan untuk mendukung pelestarian lingkungan apabila digunakan secara tepat dan bertanggung jawab. Penelitian Destini et al. (2022) menunjukkan bahwa pendekatan SETS memberikan pengaruh positif terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik karena pembelajaran dilakukan melalui analisis masalah yang berkaitan dengan kehidupan nyata. Penelitian lain yang dilakukan Amanda et al. (2025) juga menjelaskan bahwa penggunaan e-modul berbasis SETS pada materi perubahan lingkungan mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik secara lebih efektif. Hasil penelitian tersebut memperlihatkan bahwa pembelajaran berbasis SETS tidak hanya membantu peserta didik memahami konsep, tetapi juga melatih keterampilan berpikir yang dibutuhkan pada era modern.
salah satu kelebihan utama pendekatan SETS terletak pada kemampuannya menjadikan pembelajaran lebih dekat dengan realitas kehidupan peserta didik. Pembelajaran tidak lagi sekadar berorientasi pada penyampaian materi dan hasil ujian, tetapi juga membangun kesadaran serta kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Pengalaman belajar yang diperoleh melalui pengamatan dan analisis masalah nyata akan lebih mudah dipahami dibandingkan pembelajaran yang hanya dilakukan melalui ceramah dan hafalan. Pembelajaran seperti ini penting diterapkan karena peserta didik saat ini hidup di tengah perkembangan teknologi digital yang sangat cepat. Mereka tidak hanya dituntut mampu menggunakan teknologi, tetapi juga perlu memahami dampak teknologi terhadap lingkungan dan kehidupan sosial masyarakat. Dalam hal ini, pendekatan SETS memberikan ruang bagi peserta didik untuk melihat hubungan antara ilmu pengetahuan, teknologi, lingkungan, dan masyarakat secara lebih utuh.
Pada akhirnya, pendekatan SETS dapat menjadi salah satu solusi pembelajaran yang relevan diterapkan pada materi perubahan lingkungan. Pendekatan ini membantu peserta didik memahami konsep perubahan lingkungan secara lebih kontekstual sekaligus membangun kesadaran lingkungan dan keterampilan abad ke-21. Melalui pembelajaran yang bermakna dan dekat dengan kehidupan nyata, peserta didik diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan akademik yang baik, tetapi juga mampu menjadi generasi yang peduli lingkungan dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Daftar Pustaka
Amanda, D., Fajrina, S., Razak, A., & Darussyamsu, R. (2025). Development of a SETS-based e-module to enhance critical thinking skills on environmental change. JPBI (Jurnal Pendidikan Biologi Indonesia), 11(3), 859–873.
Anjani, G. A. D., & Trimulyono, G. (2025). Kelayakan E-LKPD berorientasi SETS materi perubahan lingkungan untuk melatihkan keterampilan pemecahan masalah. BioEdu.
Destini, F., Yulianti, D., Sabdaningtyas, L., Ambarita, A., & Rochmiyati. (2022). Implementasi Pendekatan Science, Environment, Technology, and Society (SETS) terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik Sekolah Dasar. Jurnal Basicedu, 6(1), 253–261.
Fitri, L. S., Rosyida, F., Putra, A. K., Wirahayu, Y. A., & Selviana, N. (2022). Improving complex problem-solving abilities: Geographical inquiry learning using SETS approach on environmental conservation materials. Pegem Journal of Education and Instruction, 12(4), 61–69.
Kustantia, E., Miarsyah, M., & Sigit, D. V. (2023). Enhancing student conceptual understanding and critical thinking through SETS-based digital modules on environmental changes. Jurnal Pendidikan Biologi Indonesia, 9(3), 359–370.
Lestari, I., Wahyurahmadina, S., Dwiningsih, S., Ismi, R., Rahmad, M., & Yennita. (2025). Dampak pendekatan SETS dalam pembelajaran IPA di Indonesia: Systematic review. INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA.
Organisation for Economic Co-operation and Development. (2023). PISA 2022 Results: Creative Minds, Creative Schools.
Partnership for 21st Century Learning. (2021). Framework for 21st Century Learning.
Rikizaputra, R., Firda, A., & Sari, F. R. (2023). Model SETS bermuatan etnosains: Pengaruhnya terhadap literasi sains siswa. Bio-Lectura: Jurnal Pendidikan Biologi.
Safitri, R. A., Kurniati, T., & Yusup, I. R. (2024). Kompetensi literasi sains siswa materi perubahan lingkungan melalui pendekatan SETS. Pena Masum Sujai Inspire Conference.
UNESCO. (2021). Education for Sustainable Development: A Roadmap.
United Nations Environment Programme. (2022). Global Environment Outlook 6: Summary for Policymakers.
- Nama : Erma Lisa ( 24052414412)
- Mata kuliah : Kapita Selekta
- Magister Pendidikan Biologi
- Universitas Riau



