Pekanbaru – Di tengah kemajuan teknologi yang semakin pesat, dunia pendidikan seharusnya ikut berkembang secara merata.
Namun realitanya, kesenjangan teknologi antara wilayah pedesaan dan perkotaan masih menjadi hambatan besar bagi terciptanya pendidikan yang adil dan setara. Kesenjangan ini terlihat jelas dalam hal akses terhadap perangkat digital, jaringan internet, serta literasi teknologi di lingkungan sekolah.
Sekolah yang berada di perkotaan telah dilengkapi dengan fasilitas teknologi yang memadai. Siswa di kota terbiasa menggunakan komputer, internet, dan berbagai platform pembelajaran digital sebagai bagian dari kegiatan belajar sehari-hari.
Di sisi lain, banyak sekolah di pedesaan yang masih berjuang hanya untuk menyediakan listrik yang stabil, apalagi akses internet cepat. Perangkat belajar seperti laptop atau tablet masih menjadi barang mewah, dan pelatihan teknologi untuk guru pun belum merata.
Akibatnya, siswa di wilayah pedesaan tertinggal dalam penguasaan keterampilan digital yang kini menjadi salah satu kunci keberhasilan di masa depan. Kesenjangan ini bukan hanya soal fasilitas, tetapi juga menyangkut kesempatan dan masa depan generasi muda. Tanpa akses teknologi yang memadai, siswa di desa memiliki peluang yang jauh lebih kecil untuk bersaing dalam dunia pendidikan tinggi maupun dunia kerja yang kini sangat bergantung pada teknologi.
Mengatasi kesenjangan ini membutuhkan perhatian serius dari semua pihak. Pemerintah perlu memastikan pembangunan infrastruktur digital yang merata hingga ke pelosok desa.
Program penyediaan perangkat dan pelatihan teknologi harus diarahkan secara khusus untuk daerah-daerah tertinggal. Selain itu, kerja sama antara sekolah, masyarakat, dan sektor swasta juga penting untuk memperluas akses dan pemanfaatan teknologi.
Pendidikan adalah hak semua anak, tanpa memandang di mana mereka tinggal. Oleh karena itu, menjembatani kesenjangan teknologi antara pedesaan dan perkotaan adalah langkah penting untuk menciptakan sistem pendidikan yang inklusif, adil, dan relevan dengan tantangan zaman.

Opini
- Penulis : Nursaldila
- NIM: 24052414413
Mahasiswa Magister Pendidikan Biologi Universitas Riau - Dosen Pembimbing: Prof. Firdaus L. N., M,Si




