Pendahuluan – Lembaga Pendidikan merupakan tempat berlangsunganya proses pendidikan dengan tujuan mengubah perilaku individu menjadi lebih baik melalui interaksi dengan lingkungan. Pembentukan karakter di Indonesia semakin diupayakan pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas Pendidikan di Indonesia.
Sebagai lembaga pendidikan, sekolah memegang peranan penting dalam pengembangan karakter siswa. Kebijakan dan program yang tepat dapat mendukung siswa dalam mengembangkan nilai-nilai karakter yang positif.
Salah satu aspek penting dari pendidikan karakter adalah kedisiplinan. Anak yang kurang mendapatkan pendidikan karakter kedisiplinan cenderung mengalami kesulitan dalam mengembangkan keterampilan sosial dan potensi dirinya Maela dkk. (2023).
Pendidikan karakter dan disiplin merupakan suatu bentuk investasi jangka panjang yang sangat penting, yakni dengan menanamkan nilai-nilai disiplin sejak dini, diharapkan generasi muda dapat tumbuh menjadi pribadi yang tidak hanya berprestasi secara akademis, tetapi juga berkarakter kuat dan mampu memberikan kontribusi positif kepada masyarakat. Oleh karenanya perlu adanya pembentukan karakter disiplin dalam Pendidikan.
Perlunya pembentukan karakter dan disiplin generasi muda, hal ini juga terlihat pada permasalahan yang merisaukan dalam dunia Pendidikan tampak terlihat pada beberapa kasus yang terjadi pada anak – anak yang masih duduk di kursi Pendidikan yakni seperti siswa melanggar tata tertib sekolah, menggunakan narkoba dan obat terlarang, tawuran, dan pencurian.
Berdasarkan data tindak kriminal pada anak-anak sejak 1 Januari sampai 20 Februari 2025 dari aplikasi EMP Pusiknas Bareskrim Polri, diketahui bahwa beberapa kasus yg terjadi pada anak dibawah umur 17 tahun yakni: pencurian 437 orang, penganiayaan dan pegeroyokan 460 orang, narkotika dan obat terlarang 349, dan perkelahian antar pelajar dan mahasiswa 7 orang.
Fenomena degradasi moral diatas menunjukkan bahwa penting adanya pembentukan karakter dan disiplin, Belakangan Pendidikan di ramaikan dengan kebijakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, salah satunya yakni mengirimkan anak yang dianggap nakal ke barak militer.
Hal tersebut disampaikan Pak Gubernur setelah menjadi Pembina upacara Hari Pendidikan Nasional di Rindam III Siliwangi, Kota Bandung,
Dedi mengatakan, “mereka yang dikirim untuk mengikuti pendidikan karakter di barak-barak TNI adalah siswa yang dikatakan nakal(Yang sudah mengarah pada tindakan-tindakan criminal dan orang tuanya yang tak lagi sanggup untuk mendidik,’’ kata Dedi (detikcom).
Kebijakan tersebut akhirnya menimbulkan beragam bertanyaan dan respon yang berbeda, dengan sudut pandang yang berbeda pula, sehingga perlunya kita mendalaminya, sekolah ke barak: perlukah ?
Hakikat Sekolah dan Barak dalam Pendidikan Karakter dan Disiplin
Sekolah merupakan Lembaga Pendidikan formal yang bertujuan mengembangkan potensi peserta didik mencakup kognitif, afektif, dan psikomotorik.
Sedangkan barak militer merupakan fasilitas tempat tinggal prajurit yang dirancang untuk mendukung operasi, pelatihan, dan kegiatan militer. Di sisi lain, barak militer identic dengan kedisiplinan, dan kepatuhan mutlak.
Kajian Ontologis, Epistemologi, dan Aksiologi Pendidikan karakter dan Disiplin.
Ontologi: Hakikat Karakter dan Disiplin
Karakter bukan hanya sekedar pada kepatuhan pada aturan, tetapi integritas yang terbentuk dari pemahaman nilai-nilai moral seperti kejujuran, empati, tanggung jawab, dan keadilan.
Sejatinya disiplin tidak lahir dari ketakutan, dasarnya berasal dari kesadaran internal seseorang. Ketika ingin mengubah peserta didik menjadi tertib karena tekanan barak, bukanlah bagian utama pembentukan karakter, tetapi adaptasi perilaku akibat tekanan eksternal.
Zainal Abidin dkk. (2022) menegaskan bahwa dalam dimensi ontologis, pendidikan karakter adalah proses internalisasi nilai-nilai, bukan indoktrinasi atau kekangan. Mengirim siswa ke barak militer dapat menciptakan kepatuhan sementara, tetapi tidak menjamin terbentuknya karakter yang kuat dan disiplin yang berkelanjutan.
Sebaliknya, pendekatan ini berisiko mengabaikan aspek penting dari pendidikan yang menekankan pada pengembangan potensi dan kepribadian siswa secara holistik.
Epistemologi: Cara memperoleh pengetahuan dan nilai
Dalam barak, pembelajaran disiplin lebih bersifat dogmatis dan koersif. Sedangkan Pendidikan karakter seharusnya bersifat konstruktivistik, yakni belajar dengan pengalaman, interaksi sosial, dan refleksi atas Tindakan mereka.
Sebagaimana menurut Fitri dkk. (2023) Pendidikan karakter harus dibangun melalui pendekatan partisipatif dan dialektika agar siswa benar-benar memahami mengapa suatu nilai penting, bukan sekedar karena takut hukuman.
Ketika pengetahuan tentang nilai diperoleh dengan tekanan, maka karakter yang terbentuk hanya bersifat sementara dan rapuh.
Aksiologi: Apa tujuan dan nilai dari Pendidikan karakter dan disiplin?
Tujuan akhir dalam Pendidikan bukan menciptakan individu yang sekedar tunduk, tetapi berintegritas, kritis, dan bertanggung jawab secara sosial. Pendidikan harus menghasilkan warga negara yang berpikir etis, bukan sekadar berperilaku normative. Rahmadani dkk. (2021) menegaskan bahwa pendidikan karakter idealnya tidak hanya mengejar kepatuhan, tetapi kesadaran etis yang lahir dari pemahaman akan nilai dan akibat dari tindakan.
Barak mungkin cocok untuk membentuk ketaatan struktural, tapi karakter sejati lahir dari pembelajaran yang memungkinkan siswa memahami makna dari nilai-nilai itu sendiri.
Dalam peraturan sekolah, tujuan Pendidikan karakter yakni: (1) Menguatkan dan mengembangkan nilai-nilai kehidupan yang dianggap penting dan perlu sehingga menjadi kepribadian/kepemilikan peserta didik yang khas sebagaimana nilai-nilai yang dikembangkan; (2) Mengoreksi perilaku peserta didik yang tidak bersesuaian dengan nilai-nilai yang dikembangkan oleh sekolah; (3) Membanguan koneksi yang harmoni dengan keluarga dan masyarakat dalam memerankan tanggung jawab pendidikan karakter secara bersama.
Pendekatan Inklusif dan Kolaboratif
Dalam membentuk karakter dan disiplin peserta didik diperlukan pendekatan inklusif dan kolaboratif. Beberapa saran kegiatan yang dapat dilakukan tanpa harus ke barak seperti:
- Program Pendidikan karakter untuk semua siswa, tidak hanya untuk beberapa kategori anak
Kegiatan-kegiatan edukatif yang mendukung pembentukan karakter dan disiplin seperti: rangkaian kegiatan MPLS turut serta menghadirkan Abdi Negara, baik sebagai narasumber mengena Pendidikan karakter maupun pelatih, kegiatan kepramukaan yang di ikuti seluruh siswa, perkemahan dengan tema pembentukan karakter dan disiplin, kegiatan p5 yang di implementasikan dalam pembentukan karakter dengan bekerjasama dan mengundang narasumber-narasumer yang berkaitan dengan Pendidikan karakter dan disiplin, serta peran guru yang turut berkontribusi dalam pembentukan Pendidikan karakter dan disiplin.
Kegiatan yang dilakukan berkelanjutan, tidak hanya sekali, dan dengan pengawasan, sehingga akan selalu ada evaluasi-evalusi baik dari program maupun perkembangan peserta didik.
Kebijakan mengirim siswa ke barak untuk pembentukan Pendidikan karakter dan disiplin, perlu benar-benar dikaji dari berbagai perspektif dan sistem berkelanjutan. Sebagai alternatif dapat di implementasikan dengan pendekatan inklusif dan kolaboratif, yang melibatkan seluruh siswa dan berbagai pihak yang terlibat.
Referensi
- Abidin, Z., Nurwahidin, M., & Sudjarwo, S. (2022). Konsep Ontologi Filsafat Ilmu dalam Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar. JIRK,2(7)
Fitri, S. A., et al. (2023). Tiga Pilar Pedagogik: Ontologi, Epistemologi, dan Aksiologi dalam Pendidikan Modern. Jurnal Pendidikan Tambusai.
Hidayat, M. S., & Puspita, Y. (2023). Studi Pedagogik Sebagai Ilmu Pengetahuan: Analisis Ontologi, Epistimologi Dan Aksiologi. Edusiana: Jurnal Ilmu Pendidikan, 2(2)
Maela, E., Purnamasari, V., Purnamasari, I., & Khuluqul, S. (2023). Metode Pembiasaan Baik Untuk Meningkatkan Karakter Disiplin Peserta Didik Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Educatio FKIP UNMA, 9(2), 931–937.
Rahmadani, E., et al. (2021). Ontologi, Epistemologi, Aksiologi dalam Pendidikan Karakter. JSSR, 4(3).
Opini

- Jurusan : Magister Pendidikan Biologi
Universitas Riau - Mata Kuliah : Filsafat Ilmu
- Jenis Tugas : Individu
- Nama : Erma lisa
Semester 1
NIM : 24052414412 - Dosen Pengampu : Prof. Dr. Firdaus, L.N, M.Si




